GURU DAN BANGSAKU
Oleh Iman Safari, S.Pd
Sampai sekarang, profesi guru memang dianggap profesi yang kurang bergengsi dan mungkin agak dihindari. Selain harus bersusah diri mempersiapkan materi dan meng-upgrade diri, guru juga harus bergumul berat demi mencukupkan kebutuhan diri. Meski beberapa guru cukup kreatif untuk bisa mendapatkan insentif dari memberikan bimbingan belajar yang intensif. Ya...itulah profil guru di negeri ini, negeri yang konon katanya gemah ripah loh jinawi. Tetapi, kenapa ada orang yang masih mau menjadi guru?
Di negara lain seperti Jepang, Australia dan di Benua Eropa, profesi guru tidaklah seburuk yang ada di negara kita. Selain sangat dihormati, mereka juga memperoleh kompensasi yang jauh lebih tinggi dibanding di negeri kita ini. Pak Susilo, Direktur Trend Indonesia pernah bercerita bahwa ketika temannya dari Australia kehilangan Passport, dia diharuskan meminta surat rekomendasi dari dokter dan guru. Dari dokter diperlukan untuk memastikan orang yang kehilangan passport dalam kondisi sehat jasmani dan rohani,. Dari guru karena ada anggapan bahwa guru tidak bisa disuap untuk melakukan manipulasi. Selain itu ada anggapan logis kenapa harus dari guru dan dokter. Jika dokter mau melakukan kebohongan, maka negara tersebut tidak akan sehat kondisinya. Jika guru mau melakukan kebohongan, maka generasi muda mereka tidak akan semakin maju. Bagaimanakah dengan negara kita?. Di negara kita, sangatlah berbeda. Melakukan manipulasi seolah-olah tidaklah dosa. Itu makanya bangsa ini tidaklah segera beranjak menjadi lebih baikYa...guru memanglah dituntut untuk mengajar dan sekaligus mendidik siswa-siswinya sehingga dapat unggul di ranah otak dan watak. Itulah beratnya menjadi guru. Dan itu makanya tidak setiap orang terpanggil menjadi guru, karena menjadi guru adalah sebuah panggilan. Karena jika memang bukan panggilan, maka beberapa orang tidak akan setia melakukan kewajiban. Satu lagi, jika menjadi guru memang harus bertarung dengan masalah ekonomi, tetapi saya yakin setiap guru akan hidup dengan cukup[i] dan tidak akan kekurangan.
[i] definisi cukup bagiku adalah bila aku bisa mengaktualisasikan kompetensiku dengan baik tanpa terganggu tugas-tugas tambahan yang terlalu berlebihan dan malah lebih dominan dari tugas sejatiku sebagai guru
Tidak ada komentar:
Posting Komentar